Hidup Doa sebagai Dasar Membangun Kelukunan dalam Keluarga
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i5.11404Abstract
Keluarga Katolik sebagai ecclesia domestica memiliki peran penting dalam membangun kerukunan melalui praktik hidup doa, namun realitas menunjukkan bahwa pelaksanaannya belum konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik hidup doa dalam keluarga Katolik serta perannya dalam membangun kerukunan keluarga di Stasi Buluh Naman, Paroki St. Petrus dan Paulus Kabanjahe. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 10 keluarga Katolik yang dipilih secara purposive, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik doa meliputi doa pribadi, doa bersama, dan doa liturgis yang umumnya telah dilakukan, meskipun dengan tingkat konsistensi yang berbeda. Doa berperan dalam membentuk karakter Kristiani, memperkuat relasi keluarga, membangun kohesi emosional, serta membantu pengelolaan konflik secara konstruktif. Namun, faktor kesibukan dan budaya digital menjadi kendala dalam konsistensi praktik doa. Dengan demikian, praktik hidup doa merupakan fondasi penting dalam membangun keluarga yang rukun, sehingga diperlukan upaya pastoral yang berkelanjutan untuk memperkuat pembiasaan doa dalam keluarga.







