Strategi Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dalam Perlindungan Warga Negara Indonesia di Luar Negeri pada Studi Kasus Evakuasi Korban TPPO di Myawaddy, Myanmar Tahun 2025

Authors

  • Ucok Pramona Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut, Indonesia
  • Hartanto Hartanto Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut, Indonesia
  • Sunarto Eko Wahyudi Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54371/jiip.v9i5.11387

Abstract

Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri merupakan mandat konstitusional yang menuntut sinergi antara instrumen diplomasi dan pertahanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dalam proses pemulangan 554 WNI korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Myawaddy, Myanmar, pada Maret 2025. Metodologi yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan operasi ini ditentukan oleh integrasi model Ends, Ways, dan Means yang melibatkan koordinasi lintas sektoral antara Kementerian Luar Negeri, TNI, dan otoritas negara mitra (Thailand dan Myanmar). Kesimpulan penelitian menekankan bahwa penguatan doktrin OMSP dan diplomasi pertahanan merupakan kunci efektivitas evakuasi non-kombatan di wilayah konflik. Operasi ini berhasil memitigasi risiko keselamatan tanpa memicu eskalasi militer, menjadikannya referensi penting bagi protokol perlindungan warga negara di masa depan.

Published

2026-05-03

How to Cite

Pramona, U. ., Hartanto, H., & Wahyudi, S. E. . (2026). Strategi Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dalam Perlindungan Warga Negara Indonesia di Luar Negeri pada Studi Kasus Evakuasi Korban TPPO di Myawaddy, Myanmar Tahun 2025. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 9(5), 5232-5234. https://doi.org/10.54371/jiip.v9i5.11387