Integrasi Manajemen Risiko dan Budaya Keselamatan Berbasis Literasi pada Fasilitas Strategis Nasional
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i5.11373Abstract
Penelitian ini mengkaji pentingnya mengintegrasikan literasi manajemen risiko ke dalam kurikulum edukasi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), khususnya bagi aparatur yang bertugas di fasilitas perkantoran strategis tingkat pusat. Seiring dengan modernisasi organisasi militer, aset strategis tidak lagi terbatas pada perangkat tempur, melainkan juga mencakup data, server, dan infrastruktur komando yang berada di darat. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan model edukasi konseptual yang mampu mengubah paradigma aparatur dari sikap pasif terhadap keselamatan gedung menjadi sikap proaktif yang didasari oleh budaya keselamatan (safety culture). Metodologi yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi literatur dan observasi konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum pelatihan aparatur perlu direstrukturisasi dengan memasukkan pemahaman identifikasi bahaya (hazard identification) dan simulasi tanggap darurat terpadu. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa peningkatan literasi keselamatan dan pembentukan memori otot (muscle memory) pada aparatur merupakan investasi utama dalam menciptakan sistem proteksi aset yang andal, tanpa hanya bergantung pada ketersediaan infrastruktur fisik semata.







