Peningkatan Literasi Teknologi Nirawak dan Kesadaran Situasional pada Operasi Keamanan Perbatasan
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i5.11372Abstract
Penelitian ini mengkaji urgensi pengintegrasian literasi teknologi nirawak (unmanned aerial vehicle/UAV) ke dalam peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) aparatur keamanan, khususnya satuan tugas pengamanan di wilayah perbatasan. Seiring dengan modernisasi strategi pertahanan menuju era digitalisasi, penggunaan teknologi drone menuntut pergeseran paradigma: dari sekadar kemahiran mengendalikan alat (psikomotorik) menjadi kemampuan analisis intelijen dan kesadaran situasional (kognitif). Tujuan penelitian ini adalah merumuskan model edukasi konseptual yang mampu menjembatani interaksi manusia dan mesin (human-machine teaming) di medan operasi yang dinamis. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi literatur dan observasi konseptual terhadap konsep edukasi dalam pelatihan militer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa silabus pelatihan aparatur perlu direstrukturisasi dengan menanamkan literasi navigasi taktis, ketahanan beban kognitif (cognitive load management), dan analisis citra visual secara real-time. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa secanggih apa pun teknologi nirawak yang dimiliki, efektivitasnya sangat bergantung pada kecerdasan analitis dan kemampuan adaptasi SDM yang mengawakinya.







