Makna Budaya dalam Revitalisasi Permainan Tradisional Bola Leungeun Seneu (BOLES) di Era Modernisasi (Studi Etnografi di Pesantren Dzikir Al-Fath)
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i5.11367Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna budaya dalam revitalisasi permainan tradisional Bola Leungeun Seuneu (Boles) di era modernisasi dengan fokus pada praktik budaya di Pesantren Dzikir Al-Fath Sukabumi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi untuk memahami pemaknaan budaya dalam praktik Boles. Informan terdiri dari pimpinan pesantren, pelatih, santri, dan masyarakat sekitar yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Boles tidak hanya sebagai permainan, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter yang mengandung nilai pengendalian diri, keberanian, religiusitas, dan solidaritas sosial. Api dimaknai sebagai simbol hawa nafsu yang harus dikendalikan, sehingga menjadi sarana pembelajaran spiritual dan mental. Boles juga merupakan lived culture yang terintegrasi dalam kehidupan santri. Revitalisasi dilakukan melalui pewarisan budaya, sosialisasi, pemanfaatan media sosial, dan partisipasi dalam kegiatan budaya, sehingga berperan dalam menjaga keberlanjutan budaya dan memperkuat identitas sosial.







