Integrasi Konsep Maritime Domain Awareness (MDA) dalam Keamanan Maritim di Wilayah Choke Point Selat Sunda
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i5.11324Abstract
Penelitian ini mengkaji strategi penguatan Maritime Domain Awareness (MDA) di choke point strategis Selat Sunda guna mendukung Sistem Pertahanan Pulau-Pulau Besar. Sebagai jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I, implementasi pengawasan di Selat Sunda saat ini menghadapi kesenjangan kritis: ketiadaan sensor pada underwater domain yang memicu blind spot taktis, serta fragmentasi data antara otoritas sipil dan militer. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kondisi faktual, menganalisis tantangan implementasi, dan merumuskan strategi fusi data maritim. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan wawancara dan Focus Group Discussion (FGD) dengan pemangku kepentingan lintas sektoral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi data Traffic Separation Scheme (TSS) ke dalam Pusat Komando militer dapat mereduksi tactical latency. Namun, implementasinya terhambat oleh ego sektoral dan keterbatasan arsitektur keamanan siber. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pembangunan Integrated Maritime Data Fusion Center dan penggelaran seabed acoustic sensors terbukti secara konseptual mampu meningkatkan akurasi deteksi anomali ancaman asimetris secara terukur.







