Perang Tak Kasat Mata di Laut sebagai Tantangan Keamanan Maritim Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i5.11286Abstract
Artikel ini mengkaji tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menjaga keamanan maritim di tengah ancaman hibrida yang semakin kompleks pada era globalisasi. Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan posisi strategis di kawasan Indo-Pasifik, memiliki kerentanan terhadap ancaman maritim non-konvensional yang mencakup berbagai aspek seperti militer, ekonomi, siber, sosial, dan informasi. Ancaman ini muncul tidak hanya dalam bentuk pelanggaran wilayah oleh kapal asing atau serangan siber terhadap infrastruktur pelabuhan, tetapi juga melalui penggunaan taktik abu-abu oleh negara-negara seperti Tiongkok di Laut Cina Selatan dan Laut Natuna Utara. Penelitian ini menggabungkan kerangka teoritis keamanan non-tradisional dan ancaman hibrida, serta analisis geopolitik yang relevan dengan kondisi Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa kerentanannya meliputi fragmentasi kelembagaan, keterbatasan teknologi pengawasan, ketergantungan pada ekonomi global, dan rendahnya kesadaran masyarakat pesisir. Oleh karena itu, untuk mengatasi ancaman tersebut, artikel ini merekomendasikan strategi pertahanan hibrida yang melibatkan integrasi lembaga, diplomasi maritim proaktif, penguatan ekonomi maritim, serta peningkatan keamanan siber sebagai pilar penting dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia. Keberhasilan Indonesia dalam merespons ancaman hibrida ini akan sangat menentukan posisinya sebagai kekuatan maritim global dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik.







