Pengembangan Hotel Wisata dengan Pendekatan Extending Tradition di Kabupaten Soppeng
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i5.11251Abstract
Perkembangan pariwisata di Kabupaten Soppeng mengalami peningkatan yang cukup signifikan, namun kondisi tersebut belum didukung oleh ketersediaan fasilitas akomodasi yang memadai serta memiliki identitas budaya lokal. Sebagian besar penginapan yang ada masih berskala kecil, dengan keterbatasan fasilitas dan belum mampu merepresentasikan karakter budaya setempat. Permasalahan ini melatarbelakangi perlunya perencanaan dan perancangan hotel wisata yang tidak hanya memenuhi standar fungsi dan kenyamanan, tetapi juga mampu menampilkan nilai budaya lokal sebagai identitas arsitektural. Perancangan Hotel Wisata di Kabupaten Soppeng ini menerapkan pendekatan Extending Tradition, yaitu pendekatan arsitektur yang mengembangkan nilai-nilai arsitektur tradisional Bugis ke dalam desain bangunan modern tanpa menghilangkan esensi filosofisnya. Metode perancangan dilakukan melalui studi literatur terkait hotel wisata, standar perhotelan, dan konsep Extending Tradition, observasi lapangan, serta analisis tapak, fungsi, pengguna, dan aktivitas. Hasil perancangan menunjukkan bahwa pendekatan Extending Tradition dapat diterapkan secara kontekstual melalui pengolahan bentuk dan massa bangunan, pengaturan tata ruang, pemilihan material, serta desain lanskap yang selaras dengan karakter budaya dan lingkungan Kabupaten Soppeng. Hotel wisata ini diharapkan mampu menjadi fasilitas akomodasi yang representatif, berdaya saing, serta berkontribusi terhadap pengembangan pariwisata dan pelestarian budaya lokal.







