Analisis Kelayakan Video Pembelajaran Pengeritingan Rambut dalam Pembelajaran Audiovisual di SMK Negeri 6 Semarang
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i5.11210Abstract
Pembelajaran praktik pengeritingan rambut di SMK masih didominasi metode demonstrasi langsung tanpa dukungan media audiovisual yang terstruktur, sehingga sebagian siswa mengalami kesulitan memahami tahapan teknis seperti pembagian rambut, teknik penggulungan, dan penggunaan alat secara tepat. Keterbatasan akses terhadap media yang dapat dipelajari secara berulang juga memengaruhi pemahaman dan kemandirian belajar siswa. Akibatnya, pembelajaran melalui praktik membutuhkan media pembelajaran berbasis video yang terorganisir, mudah dipahami, dan sesuai untuk praktik langsung. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menentukan apakah materi pembelajaran audiovisual SMK Negeri 6 Semarang dapat bermanfaat dalam mengajarkan siswa cara mengeriting rambut. Fase Define, Design, Development, dan Disseminate membentuk model pengembangan 4D yang digunakan dalam penelitian ini, yang didasarkan pada pendekatan Research and Development (R&D). Partisipan dalam penelitian ini meliputi ahli media, ahli materi, dan siswa yang belajar cara mengeriting rambut di kelas. Metode pengumpulan data meliputi pemberian kuesioner validasi dan survei respons siswa skala Likert. Rata-rata, validasi ahli materi mendapat nilai 4,8 dari kategori sangat layak, sedangkan validasi ahli media rata-rata mendapat nilai 4,1 dari kategori layak, menurut data. Rata-rata, siswa memberikan nilai 4,5 bintang untuk penggunaan film pembelajaran, menempatkannya dalam kategori "sangat layak". Setelah pertimbangan yang cermat, diputuskan bahwa film-film pembelajaran yang dibuat dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu pembelajaran untuk memberikan pengalaman pendidikan yang lebih menarik dan bermanfaat bagi siswa, serta mendorong kemandirian mereka di kelas.







