Kontruksi Gender dalam Isu Iddah dan Ihdad: Analisis Komparatif Antara Fikih Klasik dan Kontemporer

DOI:

https://doi.org/10.54371/jiip.v9i1.10371

Abstract

Penelitian ini menganalisis konstruksi gender dalam isu 'iddah dan 'ihdad melalui lensa komparatif antara pemikiran fikih klasik dan kontemporer. 'Iddah (masa tunggu) dan 'ihdad (masa berkabung) secara tradisional memiliki aturan yang berbeda dan tidak seimbang antara laki-laki dan perempuan, yang seringkali menimbulkan kritik terkait ketidakadilan gender. Fikih klasik menempatkan beban hukum dan sosial yang lebih besar pada perempuan pasca-perceraian atau kematian suami. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan secara kritis argumentasi hukum dalam teks-teks klasik dengan wacana fikih kontemporer yang berorientasi pada keadilan gender (fiqh al-musaawah). Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan library research dan komparatif digunakan. Hasilnya menunjukkan bahwa fikih klasik yang didominasi oleh interpretasi patriarkal cenderung mengutamakan aspek biologis (rahim) dan sosiologis (hifz al-nasl), sementara fikih kontemporer berusaha merekonstruksi hukum 'iddah dan 'ihdad berdasarkan prinsip kemaslahatan, kesetaraan, dan perlindungan hak-hak perempuan. Studi ini menegaskan perlunya reorientasi interpretasi hukum keluarga Islam menuju konstruksi yang lebih adil dan kontekstual.

Published

2026-01-20

How to Cite

Kontruksi Gender dalam Isu Iddah dan Ihdad: Analisis Komparatif Antara Fikih Klasik dan Kontemporer. (2026). JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 9(1), 503-507. https://doi.org/10.54371/jiip.v9i1.10371