Optimalisasi Pemilihan Unsur Operasi TNI Angkatan Laut dalam Menghadapi Ancaman Zona Abu-abu di Laut Natuna Utara Menggunakan Metode AHP-TOPSIS
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v8i12.10100Abstract
Laut Natuna Utara merupakan kawasan strategis yang menghadapi meningkatnya ancaman zona abu-abu berupa aktivitas non-konvensional kapal asing. Kondisi ini menuntut kemampuan TNI Angkatan Laut dalam mempertahankan kedaulatan melalui kehadiran berkelanjutan dan penguasaan informasi tanpa memicu eskalasi konflik. Penelitian ini bertujuan menentukan prioritas kriteria dan unsur operasi paling optimal untuk menghadapi ancaman tersebut menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Hasil AHP menunjukkan bahwa kemampuan menghadapi zona abu-abu (26,0%) dan kemampuan surveillance serta intelijen (22,8%) merupakan prioritas utama. Subkriteria presence operations dan persistent surveillance memiliki bobot tertinggi. Analisis TOPSIS menempatkan CN-235 MPA sebagai unsur paling optimal (C?=0,766), diikuti KRI kelas Bung Tomo (C?=0,634) dan KRI kelas Sampari (C?=0,417). Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas operasi di Laut Natuna Utara lebih ditentukan oleh keunggulan informasi dan kehadiran berkelanjutan dibanding kekuatan tempur semata. Model AHP–TOPSIS terbukti membantu perumusan keputusan strategis, dengan rekomendasi pembentukan gugus tugas sinergis antara unsur udara dan permukaan untuk memperkuat postur maritim Indonesia.







