Integrating Local Wisdom and English Language Development in Sustainable Tourism Context
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v8i12.9758Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai bentuk kearifan lokal masyarakat Desa Wisata Tetebatu, Lombok Timur, serta menganalisis perkembangan penggunaan bahasa Inggris dalam mendukung pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014) yang mencakup reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama: (1) kearifan lokal Tetebatu, seperti peresean, nyongkolan, dan seni gendang beleq, masih lestari dan berfungsi sebagai identitas budaya sekaligus daya tarik wisata; (2) kemampuan bahasa Inggris masyarakat masih terbatas, namun berkembang secara situasional melalui interaksi langsung dengan wisatawan; (3) terdapat potensi besar untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal ke dalam pembelajaran bahasa Inggris berbasis CLIL (Content and Language Integrated Learning); dan (4) sinergi antara pemerintah desa, pokdarwis, guru, dan pemuda menjadi faktor penting dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya dan bahasa. Dengan demikian, integrasi antara kearifan lokal dan kompetensi bahasa Inggris menjadi strategi kunci dalam mewujudkan desa wisata berkelanjutan yang berdaya saing global namun tetap berakar pada identitas budaya lokal.







