Model Integrasi Quadruple dalam Pendidikan Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi Islam untuk Mencegah Radikalisme di Era Media Sosial
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i2.10920Abstract
Perkembangan media sosial telah menciptakan ekosistem baru penyebaran paham keagamaan yang cepat, masif, dan sulit dikendalikan. Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) menjadi salah satu kelompok paling rentan terhadap narasi intoleran dan radikal akibat tingginya intensitas penggunaan media sosial tanpa literasi digital yang memadai. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi Model Integrasi Quadruple yang mencakup integrasi kurikulum, humanisme religi, integrasi kultural, dan integrasi teknologi sebagai strategi penguatan moderasi beragama sekaligus pencegahan radikalisme digital di lingkungan kampus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat dimensi integratif tersebut mampu membentuk ekosistem pendidikan moderatif yang komprehensif. Integrasi kurikulum memperkuat capaian pembelajaran moderat; humanisme religi menumbuhkan karakter spiritual inklusif; integrasi kultural meneguhkan identitas Islam Nusantara yang toleran; sedangkan integrasi teknologi meningkatkan literasi digital keagamaan dan membangun narasi tandingan terhadap radikalisme. Output penelitian memperlihatkan meningkatnya sikap moderasi beragama mahasiswa, sedangkan outcome jangka panjang menunjukkan penguatan karakter moderat yang stabil. Penelitian menegaskan perlunya model pendidikan multidimensi dalam mencegah radikalisme di era media sosial.







