Penggunaan Tongkat Konvensional dan Tongkat Sensor dalam Meningkatkan Kemandirian Anak Tunanetra pada Siswa SDLB
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i2.10689Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penggunaan tongkat konvensional dan tongkat sensor dalam meningkatkan kemandirian mobilitas siswa tunanetra di SDLB. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan desain pra-eksperimental satu kelompok (pre-test–post-test) yang melibatkan dua siswa tunanetra dengan karakteristik visual berbeda, yaitu siswa low vision dan siswa tunanetra total. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, wawancara guru dan orang tua, kuesioner, serta penilaian kuantitatif kemampuan orientasi dan mobilitas menggunakan skala 1–5. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh aspek kemampuan setelah intervensi. Peningkatan yang lebih signifikan terjadi pada siswa tunanetra total, terutama pada kemampuan menggunakan tongkat, kemandirian mobilitas, antusiasme belajar, dan kepercayaan diri. Sementara itu, siswa low vision menunjukkan peningkatan pada penguasaan teknik dasar penggunaan tongkat, meskipun masih bergantung pada penglihatan sisa. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan tongkat sensor yang dikombinasikan dengan pelatihan orientasi dan mobilitas secara terstruktur berpotensi meningkatkan kemandirian mobilitas siswa tunanetra, khususnya siswa dengan hambatan penglihatan total.







