Pengaruh Beban Kerja, Keterampilan Teknis, dan Self-Efficacy terhadap Kinerja Tenaga Medis pada Era Society 5.0
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i2.10688Abstract
Transformasi pelayanan kesehatan pada era Society 5.0 menuntut tenaga medis untuk beradaptasi dengan peningkatan beban kerja, pemanfaatan teknologi digital, serta tuntutan profesional yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja, keterampilan teknis (technical skill), dan self-efficacy terhadap kinerja tenaga medis di RSUD Natuna. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei terhadap 177 tenaga medis yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan tenaga penunjang medis. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil pengujian hipotesis secara parsial melalui uji t menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja tenaga medis, sedangkan keterampilan teknis dan self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Keterampilan teknis merupakan variabel yang paling dominan dalam meningkatkan kinerja tenaga medis. Selanjutnya, hasil pengujian hipotesis secara simultan melalui uji F membuktikan bahwa beban kerja, keterampilan teknis, dan self-efficacy secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja tenaga medis dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,746. Hal ini menunjukkan bahwa 74,6% variasi kinerja tenaga medis dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja tenaga medis di era Society 5.0 tidak hanya bergantung pada ketersediaan teknologi, tetapi juga pada pengelolaan beban kerja yang proporsional, penguatan kompetensi teknis, serta peningkatan self-efficacy.







