Meningkatkan Motorik Halus Anak Usia Dini melalui Seni Melipat Kertas
DOI:
https://doi.org/10.54371/jiip.v9i2.10509Abstract
Latar belakang penelitian ini berdasarkan pada pentingnya stimulasi motorik halus sejak usia dini sebagai fondasi bagi perkembangan keterampilan anak. Pendekatan penelitian ini dibagi menjadi tiga, yaitu pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan kombinasi (mix method). Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, serta refleksi. Penelitian terlaksana dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri atas dua pertemuan. Subjek penelitian adalah 10 anak kelompok A berusia 4–5 tahun. Dengan indikator (1) Memegang dan mengontrol benda kecil (kertas); (2) Mengikuti pola atau instruksi sederhana dengan tangan dan (3) Koordinasi mata dan tangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif serta kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan motorik halus anak mengalami peningkatan yang bertahap dan signifikan, dari 34% pada kondisi awal menjadi 58% pada akhir Siklus I, meskipun masih terdapat kendala dalam memahami pola lipatan dan menjaga konsentrasi. Pada Siklus II, peningkatan semakin optimal, mencapai 88%, dengan sebagian besar anak bisamelipat kertas dengan rapi, mengikuti instruksi dengan baik, serta meggambarkan koordinasi mata dan tangan yang lebih baik. Kegiatan melipat kertas juga meningkatkan antusiasme, konsentrasi, dan kepercayaan diri anak. Hasil wawancara dengan guru mendukung temuan ini dan sejalan dengan teori serta penelitian terdahulu mengenai pentingnya aktivitas motorik halus dalam perkembangan anak usia dini. Sehingga kesimpulannya, seni melipat kertas mampu meningkatkan motorik halus peserta didik usia 4-5 tahun.







